SIMULASI

Simulasi adalah peniruan operasi sebuah proses atau sistem di dunia nyata yang dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer. Dengan menyertakan pembentukan sebuah data dan sejarah buatan dari sebuah sistem, pengamatan data dan sejarah, dan kesimpulan yang terkait dengan karakteristik sistem.

 

Langkah-Langkah Simulasi

- Mengembangkan sebuah model simulasi dan mengevaluasinya dengan menggunakan komputer.

- Mengestimasi karakteristik dari model yang dibuat.

 

Kondisi Yang Membutuhkan Simulasi

Berikut adalah beberapa kondisi atau situasi yang membutuhkan suatu simulasi.

- Mempelajari interaksi internal sistem/sub-sistem yang kompleks.

- Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkungan luar atau variabel internal.

- Meningkatkan kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model.

- Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.

- Memahami dan memverifikasi solusi analitik.

- Mengidentifikasi dan menetapkan persyaratan.

- Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya yang lebih rendah.

- Visualisasi operasi melalui animasi.

- Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvensional.

 

Kondisi Yang Tidak Membutuhkan Simulasi

Berikut adalah beberapa kondisi atau situasi yang tidak membutuhkan suatu simulasi.

- Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana.

- Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik.

- Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan.

- Jika biaya simulasi dianggap terlalu mahal.

- Jika sumber daya atau waktu tidak tersedia.

- Jika tidak ada data yang tersedia.

- Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.

- Jika daya melebihi batas.

- Jika sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.

 

MODEL

Model merupakan suatu representasi sederhana dari sebuah sistem. Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut. Mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan. Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deskripsi terbatas yang masuk akal.

 

Klasifikasi Model Simulasi

- Model Simulasi Statis vs Dinamis

- Model Simulasi Deterministik vs Stokastik

- Model Simulasi Kontinyu vs Diskre

 

Validus Model

- Sebuah model harus divalidasi.

- Validasi merupakan langkah untuk meyakinkan bahwa model berkelakuan/bersifat seperti sistem nyatanya.

 

Tipe-Tipe Model

- Fisik : Model rumah, model jembatan

- Matematis (Symbolic) : E = mc²

 

Pembangunan Model

- Observasi sistem riil dan interaksi komponen dan pengumpulan data.

- Konstruksi model konseptual.

- Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal oleh komputer.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam : Online Learning Uhamka